KAJIAN KUALITAS AIR SEBAGAI UPAYA MITIGASI KEKERINGAN DI DAS KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE

  • Desyan Ria
  • Helmi STIK Pante Kulu
  • Andi Isfandi STIK Pante Kulu
Keywords: DAS Krueng Baro, Indeks Pencemaran, Kualitas Air, Mitigasi Bencana Kekeringan

Abstract

Suatu eksperimen yang bertujuan mengkaji hubungan perubahan penggunaan lahan dan air terhadap status mutu air dan mendapatkan alternatif upaya mitigasi bencana kekeringan secara teknis dan non-teknis yang dapat diterapkan di DAS Krueng Baro Kabupaten Pidie. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan survei lapangan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel air, analisis di laboratorium meliputi analisis sampel air dan indeks pencemaran dengan parameter TDS, TSS, DHL, pH air, Na+, NO3-, SO4-2, COD ,BOD dan juga komponen beserta alternatif upaya mitigasi bencana kekeringan di DAS Krueng Baro. Hasil penelitian menunjukan, kategori kualitas air di DAS Krueng Baro terdiri dari status kondisi baik (hulu, dan tengah), dan status tercemar ringan (hilir) dengan indeks pencemaran masing-masing; 0,79, 0,85 dan 1,17. Semakin ke hilir kualitas air semakin buruk akibat kecilnya tutupan hutan dan beragamnya penggunaan lahan. Komponen utama dan tambahan pada parameter kualitas air terhadap kerentanan bencana kekeringan adalah curah hujan, tata guna lahan, dan sifat-sifat fisik air. Alternatif upaya mitigasi bencana kekeringan mekanik dan vegetatif difokuskan pada pemukiman, tegalan dan sawah. Secara mekanik berupa sumur resapan yang dikombinasi dengan biopori, dan secara vegetatif berupa penghijauan dan agroforestri. Sedangkan secara non-teknis berupa penyusunan kriteria mutu air, sosialisi, dan penegakan Undang-Undang atau Qanun.

Kata Kunci: DAS Krueng Baro, Indeks Pencemaran, Kualitas Air, Mitigasi Bencana Kekeringan.

Published
2020-04-15